Medan. Pojokan kfc. Libur Menjelang Kuliah Perdana.
---Berdamailah.
Pernahkah kalian merasa selalu dihantui ketakutan saat melakukan apapun?
Mereka yang tak mengerti dirimu akan mudah sekali menjudgemu sebagai orang dengan 'Si Orang Gak Nyambung'.
Pernahkah kalian merasa seperti banyak sekali yang ingin kamu utarakan tapi tak bisa menerjemahkannya satu persatu menjadi kalimat yang nyambung dan efektif?
Oke, jadi tujuan aku ngetik ini ya hanya untuk menulis kembali apa-apa yang belum tersampaikan dan sulit untuk disampaikan.
Jadi maaf apabila ketika secara tak sengaja kalian menemukan blog ini dan yang kalian dapati hanyalah racauan gak jelas dari aku, skip aja kalo rasa gak berkenan ya wkwk.
Pertama-tama yang ingin aku tulis. Ehm apaya.
Aku adalah orang yang aku sendiri gatau jati dirinya gimana. Belakangan ini aku merasa semakin memahami hakikat aku berdiri dimuka bumi ini. Yang aku kenal selama ini adalah pribadi aku yang sulit mengatakan 'tidak' untuk ajakan orang. Untuk permohonan orang. Terkadang aku merasa aku bener-bener se-plegmatis itu. Disisi lain, orang mengenalku sebagai pribadi yang ceplas ceplos dan agak kuat. Padahal, aku bener-bener ngerasa kayak 'Apasih yang aku mau?', 'Sebenernya apa yang ingin aku sampaikan?'. Aku ingin sekali menjadi pribadi yang punya pijakan dalam bersikap.
Kedua.
Aku adalah seorang anak tunggal disebuah keluarga kecil. Aku terbiasa sendiri dalam melakukan kegiatan selama ini. Aku butuh banyak teman. Aku punya ayah dan ibu yang menurutku adalah orangtua terbaik didunia. Mereka amat baik dan terlalu baik untuk memiliki anak sepertiku. Terkadang aku menjadi anak yang menyebalkan, menurutku. Orangtuaku juga bukan tipe yang akan iya-iya saja dengan kemauanku. Didikan mereka membuatku menjadi pribadi yang seperti ini. Memandang segala perspektif yang biasa menjadi tak biasa. Aku tidak pernah mau membagi kesedihanku tentang karakterku kepada mereka. Aku tidak mau menambah beban pikiran mereka, walaupun hanya aku tanggungan mereka. Ketika aku kecil, aku selalu memimpikan punya banyak keluarga dalam komunitas diluar rumah. Seperti punya kelas yang kompak. Seperti punya klub yang akrab. Memiliki pengalaman yang seru disana-sini. Sehingga aku tak perlu merasa kesepian dalam hari-hari yang kulewati. Nyatanya, selama 18 tahun aku menjalani kehidupan di dunia ini, aku menyadari bahwa semakin kita berusaha untuk memiliki suatu yang melibatkan eksistensi orang dalam angan kita, semakin sulit hasrat kita terpuaskan. Semakin sulit takdir berjalan sesuai rencana. Karna aku orang yang kesepian, keinginan aku untuk memiliki banyak teman menjadi sebuah obsesi bagiku. Aku tau perasaan seperti ini salah atau memang perasaan seperti ini naluriah? Dan kemudian takdir yang berbiacara. Aku bukan orang yang se-asyik itu untuk punya banyak teman. Aku merasa menjadi orang yang sukar bergaul seiring berjalannya waktu. Aku semakin sulit untuk menanggapi setiap obrolan. Aku bingung kata apa yang sepatutnya aku lontarkan kepada komentar orang. Aku merasa menjadi semakin payah. Itulah yang menyebabkan terkadang aku menarik diri dan berusaha mendamaikan setiap sudut ditubuhku. Alibiku menjadi seorang yang suka kesendirian, introvert. Justru sebaliknya. Aku mulai benar merasa kesepian dan butuh teman untuk cerita, berbagi setiap rasa. Aku punya beberapa, tapi yang benar-benar mengerti kondisi psikisku hanya satu dua orang, dan aku tak mau terus-terusan membebani mereka dengan pikiran-pikiran liarku. Aku rasa aku harus menyelesaikannya sendiri. Aku mampu, aku harus mampu.
Ketiga
Aku mulai menata masa depanku.
Disini, disudut kfc. Aku berjanji pada diriku sendiri.
Sepulangnya aku dari sini, aku harus pandai menguasai diri. Tak ada yang namanya obsesi. Hidup memang harus dijalani, dan berdamai dengan diri serta keadaan adalah jalan terbaik untuk keberlangsungan mentalku.
Sampai jumpa!